Kereta dan Dunianya Part 1

Well, sebenernya udah kepikiran sejak lama soal ini tapi baru kesampean sekarang. oke sebenernya ini terjadi tepatnya saat gw sedang mengalami suka dukanya jadi panitia TOSSAKA 7th  (Tryout SNMPTN wilayah Jakarta dan Sekitarnya) dari MIPA. Dan lucunya gw dapet regional bogor padahal gw anak jakarta selatan ==’ , ya mungkin pada awalnya gw memang ngga ikhlas ngejalaninnya but it’s okay cause all went better than i expected. gw dapet temen, pengalaman, tawa, dan yang lebih penting gw dapet pelajaran yang gw sama sekali ga pernah bayangkan.

Open your eyes, look within. Are you satisfied with the life you’re living?

-Bob Marley

Yep mata gw terbuka untuk melihat dunia lain alias alam gaib kehidupan gerbong kereta yang gw ga pernah tau itu ada. Maklum gw ga pernah naik kereta sebelumnya, dan karena gw panitia di bogor yang notabene lebih baik ditempuh dengan kereta dibandingkan pake mobil motor gw.

What life? tentu aja kehidupan para penghuni gerbong tersebut yang bikin perasaan gw campur aduk.

You know? pertama kalinya gw naik kereta ya kurang lebih seperti gambar diatas lah, keadaannya ga terlalu rame. sepanjang perjalanan gw hanya bengong seraya saling menatap dengan penumpang lain baik itu ibu-ibu, bapak-bapak, nene-nene, dan kake-kake. sejenak gw berilusi bahwa nene di sebrang itu sedang mengedipkan matanya ke gw. entahlah bisa jadi benar bisa jadi tidak. Objek pertama yang gw amati adalah

Penjual Tahu Sumedang

Mengenakan kemeja garis-garis kusut dengan celana bahan yang digulung 2x. Wajahnya kuyu, terlihat sesekali ia menyeka keringatnya sebelum jatuh ke gurat dahinya menuju alis. Kulitnya hitam bercampur kuning (susah ngejelasinnya ==’). tangannya berurat mendorong lemah gerobak yang berisi tahu coklat berukuran 3x4 cm. Sejenak gw melihatnya matanya, serasa gw merasakan lelah yang dirasakannya. setelah menengok sekeliling, penjual itu pun melenggang pergi meninggalkan gw yang masih berpikir keras soal apa yang baru gw lihat.

Entah kereta yang gw naiki sedang berada dimana dan dari pintu gerbong gw muncul sosok yang tidak lebih dari satu meter. bergerak lambat dan membawa sapu lidi. Mungkin beliau gw sebut dengan

Petugas Bersih-bersih freelance

For the first time, hati gw terpukul setelah melihat  sosok yang satu ini secara langsung. Wajahnya (maaf) tidak normal karena terkena syndrome wajah (serius) yang membuatnya selalu berliur dan matanya besar sebelah. rambutnya tidak lebih dari 1 cm panjangnya dengan beberapa penyakit kulit di kepala dan lehernya. Giginya tidak sempurna dengan senyumnya menyeringai menghadap ke atas. Bajunya lusuh dan robek di segala penjuru, celana SD yang dikenakannya tidak lagi merah karena tertutup debu dan kotoran kereta yang dibawa bersamanya…

Ya tepat, dia tidak berjalan namun dia menyeret bagian pinggul hingga kebawah dengan tangannya yang terlihat rapuh. gw amati lagi dengan seksama mengapa ia tidak mampu berdiri, ternyata kakinya tidak sesempurna manusia pada umumnya bagian pergelangan kakinya bengkok seakan akan telapak kakinya menghadap ke belakang, lingkar betis dan pahanya pun sangat kecil bahkan lebih kecil dari lingkar lengannya. Astaghfirullah hal adzim, otak gw berputar cepat… tidak pernah terbayang bila diri gw berada diposisi itu.

apakah gw masih dapat hidup dengan kondisi seperti itu?

Ya Allah selama ini gw punya kaki yang lengkap, wajah yang lengkap, dan gw terkadang masih mengeluh tentang hidup yang gw jalani? ‘what a retard’  sedikit marah diri dengan diri gw sendiri gw tetap mengamati hal tersebut. mengorek kolong bangku kereta yang penuh dengan kotoran dan mengumpulkannya ketengah seakan-akan harta karun yang dikumpulkannya sejak pagi lalu menengadah melihat orang yang duduk di bangku seraya menelentangkan tangannya untuk mengisyaratkan meminta uang. orang yang duduk dibangku pun menggerakkan tangannya dan membentuk angka “lima” , melihat hal itu sang pembersih pun menyeret tubuhnya ke bangku lain dengan tanpa merubah ekspresi wajahnya.

dalam hati gw cuma bisa bilang “semangat ya mas” ga tau kenapa rasa iba dan bersalah muncul dihati gw. dengan adanya hal ini gw cukup termotivasi untuk menjalani hidup gw dengan bersyukur terhadap apa yang ada. it’s life anyway, you can’t either rewind or replay it.

Tanpa gw sadari kereta yang gw naiki mulai penuh hingga tak jarang orang yang berdiri. sambil menimati ayunan angin yang membuat poni rambut gw menari-nari, muncul sosok pedagang yang tidak menggunakan gerobak.

Penjual Aksesori Remaja

Oke yang satu ini tidak terlalu menarik perhatian gw, barang dagangannya yang dia bawa begitu kinclong dan bervariasi mulai dari jepit rambut hello kitty sampe bros doraemon dan hampir 90% gw pastikan dia ga jual yang berbahan dasar emas. Barang dagangan yang dia panggul sendiri cukup ngejelimet seperti jubah yang berkilau. Hanya aja ada suatu kait yang ada di ujung kumpulan barang dagangannya itu and i’m curious about it. Pertanyaan gw terjawab… si abang berjalan ke tengah gerbong dan mengaitkan barang dagangannya ke besi yang diperuntukkan untuk melindungi kipas daaan *jeng jeng jeng* , layaknya display profesional kilauan barang imitasi sang abang yang berputar itu pun menyilaukan mata para penumpang dan sayangnya gw lagi ga bawa kacamata hitam saat itu.sang abang berkacak pinggang dengan gaya yang dirasa dandy berikut bersama celana jeans biru pucatnya yang mungkin sengaja di silet

Akhirnya setelah sang abang menyerah dan pergi ke gerbong berikutnya karena tidak ada yang tertarik dengan barang dagangannya yang menurut gw lebih cocok sebagai lampu disko.

Allright, akhirnya kereta gw sampai di stasiun bogor dan seketika setelah keluar kereta gw bisa melihat gedung bertuliskan “Taman Topi Square” menutupi gunung yang gw sinyalir sebagai gunung salak (skip). jam tangan gw menunjukan pukul 11 lewat 5 menit yang berarti kurang lebih 1 jam lebih perjalanan yang telah gw tempuh dari stasiun pocin. sedikit menghela nafas dengan udara bogor yang cukup berbeda dengan wilayah jakarta dan depok, gw tersenyum puas dengan perjalanan pertama ini dan pengalaman yang gw dapat. Dan pastinya saat pulang roadshow nanti gw juga harus menaiki kereta kembali ke depok, mata gw mengerling lambat, jantung gw pun memompa lebih cepat karena tidak sabar membayangkan karakter apa yang akan gw temui di dunia itu kembali…

(To be continued)

Gonjang Ganjing Mahasiswa

fuckyeahmahasiswa:

masuk semester baru.

minggu pertama.

minggu seterusnya dikelas.

H-1 uts.

saat uts liat kiri kanan.

senyum kesuksesan keluar ruangan uts.

kalo utsnya gagal total.

malam mingguan noton sama pacar.

kalo ga punya pacar,

IP keluar dan ternyata 4!

atau sebaliknya,

masuk semester baru lagi.

dan seterusnya.

dari edodoee

Reblogged from Hidup Mahasiswa!
I promise…  not looking at my past too much

I promise…  not looking at my past too much

I can’t stay as child forever